Minggu, 04 Januari 2026

Tahap 6: Percabangan (Decision Making If Else) (06)

 

Tahap 6: Percabangan (Decision Making) (06)

Bahasa C – Pemula

Tujuan

Peserta didik mampu membuat keputusan dalam program menggunakan struktur percabangan berdasarkan kondisi tertentu.


Materi Pokok

1. Percabangan if

Digunakan jika hanya ada satu kondisi.

Bentuk umum:

if (kondisi) { // perintah jika kondisi benar }

Contoh:

int nilai = 80; if (nilai >= 75) { printf("Lulus\n"); }

2. Percabangan if–else

Digunakan jika terdapat dua kemungkinan kondisi.

Bentuk umum:

if (kondisi) { // benar } else { // salah }

Contoh:

int nilai = 60; if (nilai >= 75) { printf("Lulus\n"); } else { printf("Tidak Lulus\n"); }

3. Percabangan if–else if

Digunakan untuk lebih dari dua kondisi.

Bentuk umum:

if (kondisi1) { // aksi 1 } else if (kondisi2) { // aksi 2 } else { // aksi default }

Contoh:

int nilai = 85; if (nilai >= 90) { printf("Grade A\n"); } else if (nilai >= 80) { printf("Grade B\n"); } else if (nilai >= 70) { printf("Grade C\n"); } else { printf("Grade D\n"); }

Latihan Praktik

✔️ Program Penilaian (A, B, C, D)

#include <stdio.h> int main() { int nilai; printf("Masukkan nilai: "); scanf("%d", &nilai); if (nilai >= 90 && nilai <= 100) { printf("Grade: A\n"); } else if (nilai >= 80) { printf("Grade: B\n"); } else if (nilai >= 70) { printf("Grade: C\n"); } else { printf("Grade: D\n"); } return 0; }

Kesalahan Umum Pemula

❌ Lupa { } pada blok if
❌ Tidak menggunakan break pada switch
❌ Salah urutan kondisi (nilai >= 80 diletakkan sebelum nilai >= 90)


Soal Pilihan Ganda

Materi: Percabangan (if, if–else, if–else if)

1.

Struktur percabangan if digunakan ketika …
A. Terdapat banyak kondisi
B. Terdapat dua kemungkinan kondisi
C. Hanya ada satu kondisi yang diuji
D. Selalu ingin menampilkan output
E. Tidak ada kondisi


2.

Bentuk umum dari percabangan if yang benar adalah …
A. if kondisi { }
B. if (kondisi); { }
C. if (kondisi) { perintah }
D. if kondisi: perintah
E. if { kondisi }


3.

Perhatikan kode berikut:

int nilai = 80; if (nilai >= 75) printf("Lulus");

Output dari program tersebut adalah …
A. Tidak ada output
B. Lulus
C. Tidak Lulus
D. Error
E. 80


4.

Percabangan if–else digunakan jika …
A. Tidak ada kondisi
B. Ada satu kondisi
C. Ada dua kemungkinan hasil
D. Ada lebih dari tiga kondisi
E. Kondisi selalu benar


5.

Perhatikan kode berikut:

int nilai = 60; if (nilai >= 75) { printf("Lulus"); } else { printf("Tidak Lulus"); }

Output yang dihasilkan adalah …
A. Lulus
B. Tidak Lulus
C. 60
D. Error
E. Tidak ada output


6.

Percabangan if–else if digunakan ketika …
A. Hanya satu kondisi
B. Tidak ada kondisi
C. Dua kondisi saja
D. Lebih dari dua kondisi
E. Semua kondisi benar


7.

Perhatikan potongan kode berikut:

int nilai = 85; if (nilai >= 90) { printf("Grade A"); } else if (nilai >= 80) { printf("Grade B"); } else { printf("Grade C"); }

Output yang dihasilkan adalah …
A. Grade A
B. Grade B
C. Grade C
D. Error
E. Tidak ada output


8.

Jika nilai = 72, maka output dari program berikut adalah …

if (nilai >= 90) { printf("A"); } else if (nilai >= 80) { printf("B"); } else if (nilai >= 70) { printf("C"); } else { printf("D"); }

A. A
B. B
C. C
D. D
E. Error


9.

Kesalahan logika berikut ini terjadi karena …

if (nilai >= 80) { printf("B"); } else if (nilai >= 90) { printf("A"); }

A. Salah format printf
B. Salah tipe data
C. Urutan kondisi salah
D. Kurang tanda kurung
E. Tidak ada else


10.

Manakah yang merupakan kesalahan umum pemula dalam percabangan?
A. Menggunakan printf
B. Menggunakan scanf
C. Lupa tanda ;
D. Lupa tanda { }
E. Menggunakan int


11.

Perhatikan kode berikut:

int nilai = 95; if (nilai >= 90 && nilai <= 100) { printf("A"); }

Output dari program tersebut adalah …
A. A
B. B
C. C
D. D
E. Error


12.

Jika kondisi pada if bernilai salah, maka yang dijalankan adalah …
A. Blok if
B. Blok else
C. Seluruh program
D. Tidak ada perintah yang dijalankan
E. Program berhenti


13.

Manakah penulisan if–else yang benar?
A.

if nilai > 70 { printf("Lulus"); }

B.

if (nilai > 70) printf("Lulus"); else printf("Tidak Lulus");

C.

if nilai > 70: printf("Lulus");

D.

if { nilai > 70 }

E.

if (nilai > 70);

14.

Perhatikan kode berikut:

int nilai = 100; if (nilai >= 90) { printf("A"); } else if (nilai >= 80) { printf("B"); } else { printf("C"); }

Output yang dihasilkan adalah …
A. A
B. B
C. C
D. Error
E. Tidak ada output


15.

Mengapa penggunaan urutan kondisi sangat penting dalam if–else if?
A. Agar program lebih cepat
B. Agar tidak terjadi error sintaks
C. Agar output lebih banyak
D. Agar logika program benar
E. Agar tidak perlu else

0 komentar:

Posting Komentar